Saturday, September 16, 2017

ALOR ISLAND - East Nusa Tenggara (NTT)

ALOR ISLAND - NTT

Pulau Alor adalah salah satu kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur, dengan Kalabahi sebagai ibukota kabupatennya.
Penduduknya mayoritas beragama Islam dan Kristen.
Mata pencaharian mayoritas nelayan, bertani dan berdagang.

Pulau Alor merupakan salah satu dari puluhan pulau yang berada di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki keindahan alam dan budaya yang luar biasa, terutama keindahan taman lautnya bagi penggila snorkeling dan diving.

Pulau Alor bisa di akses melalui:
Jalur udara :
Dengan menggunakan maskapai Transnusa,Wings Air dan NAM Air dari Bandara El-Tari Kupang.

Jalur laut:
Dari Kupang bisa menggunakan kapal feri menuju Alor.
Kapal feri ini hanya tersedia seminggu dua kali.
Tiket untuk naik kapal feri dari Kupang menuju Alor seharga Rp. 75.000/orang dengan lama perjalanan sekitar 18 jam.

WISATA BUDAYA

Pulau Alor memiliki beberapa destinasi wisata budaya, di antaranya:
- Suku Abui di Kampung Budaya - Takpala, sekitar 15 menit dari kota Kalabahi(baca selengkapnya di Abui Tribe)

- Suku Kabola di Kampung Budaya Monbang, sekitar 40 menit dari Kalabahi (baca selengkapnya di Kabola Tribe)

- Kampung Bampalola, sekitar satu jam dari Kalabahi (baca selengkapnya di: Bampalola Village)

- Museum Moko (Moko sejenis Gong), selain sebagai simbol status sosial bagi masyarakat Alor, juga berfungsi sebagai maskawin pada prosesi pernikahan.

WISATA LAUT

Pertemuan perairan laut Indonesia yang hangat dengan Laut Australia yang dingin menjadikan perairan di Pulau Alor ini sebagai tempat pertemuan biota laut yang megah dan unik.

Konon terdapat sekitar 60 titik penyelaman di pulau ini, 20 titik diantaranya merupakan titik penyelaman berkualitas terbaik di dunia.
Titik-titik penyelaman tersebut dikenal dengan sebutan Baruna's Dive Sites at Alor.

Baruna's Dive Sites at Alor telah menarik perhatian banyak wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.
Bahkan ada seorang wisatawan mancanegara yang menulis sebuah buku khusus tentang keindahan laut Alor.

Di sini kita bisa diving dan snorkeling sambil bermain bersama sunfish yang merupakan impian bagi para penyelam.
Kita juga bisa menemui lumba-lumba yang akan mengajak bermain bersama, dan sudah pasti keunikan dan kemegahan taman lautnya yang fantastik.

Tuesday, September 12, 2017

"MATA AIR SU DEKAT TOH.." (BOTI) - NTT

"Mata air su dekat toh?"

Pasti kalimat tersebut sudah familiar dalam keseharian kita, dengan dialek khas orang Timor/Kupang.

Padahal dalam kenyataannya adalah kontradiksi bahkan sebuah ironi yang menyedihkan.
Air mengalir sangat 'jauuuh..' dari jangkauan masyarakat Boti dan sekitarnya.

Musim kemarau disini rata-rata lebih lama dari daerah-daerah lain di Indonesia, bisa mencapai sembilan bulan lebih.
Sehingga menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan.

Kondisi ini berdampak juga pada pola pertanian dan jenis tanaman pangan yang bisa di olah warga Boti dan sekitarnya.
Mayoritas mereka hanya bisa menanam jagung dan mengkonsumsi jagung sebagai makanan pokoknya.

Di musim kemarau sungai-sungai juga mengering.
Biasanya mereka memanfaatkan rembesan air di sela-sela batuan dasar sungai, dengan membuat galian atau kubangan untuk menampung air.
Setelah air cukup jernih, air tsb akan di masukan dalam jerigen-jerigen.
Hanya dengan cara itu mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik untuk konsumsi keluarga, mencuci atau untuk ternak.

Beberapa mata air masih ada yang bisa bertahan di musim kemarau, walau debit-nya sangat kecil.
Hal yang sama, mereka harus menampung dulu di ember kemudian dituang ke dalam jerigen dan harus antri sepanjang hari.

Bahkan sudah menjadi pemandangan yang lazim anak-anak bermain, berangkat dan pulang sekolah sambil menenteng jerigen air.

SAVE OUR BOTI

Melalui kesempatan ini kami mengajak kepada semua relawan aktivis kemanusian dan lingkungan untuk bersinergi melakukan gerakkan: WATER FOR BOTI!

Mari kita upayakan pengadaan air bersih disana, dengan pembuatan tanggul atau tandon penampungan di mata air-mata air yang ada.
Sehingga ke depan masyarakat disana khususnya anak-anak tidak lagi harus antri berjam-jam dan menampung air dalam ember.

Monday, September 11, 2017

BOTTI VILLAGE (LOPO) - SOE (SOUTH MIDDLE TIMOR) - NTT

Desa Boti terletak di kecamatan Kie, kabupaten Timur Tengah Selatan(TTS) dengan ibukotanya Soe - Nusa Tenggara Timur(NTT).

Dari Kupang menuju Soe berjarak sekitar 110km atau sekitar tiga jam, bisa di tempuh dengan angkutan umum Minibus atau kendaraan pribadi.
Sedang dari Soe ke kampung Boti berjarak kurang lebih 40km.

Karena akses jalan yang masih berupa tanah kering dan batuan kapur, perjalanan bisa menghabiskan waktu kisaran satu - dua jam dengan kendaraan roda dua atau roda empat.
Di musim hujan tentu akan lebih sulit dan lebih lama, karena sangat licin dan lumpur yang lengket sekali.

Uniknya, justru medan yang berat dan masyarakatnya yang masih alami ini yang membuat minat wisatawan, terutama wisatawan asing sangat antusias berkunjung ke kampung Boti.

Suku Boti bermukim di Lembah Boti, di balik pegunungan kapur/karang yang kering.
Karena letaknya yang lumayan terpencil dan sulit terjangkau, kampung Boti seakan tertutup dari peradaban modern dan perkembangan zaman.

Berdasarkan catatan sejarah yang ada, Suku Boti termasuk suku tertua yang ada di NTT.
Data terakhir perkampungan Suku Boti terdiri atas 70an keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 300an jiwa.

Sebagian besar masyarakat Boti masih tinggal di 'Lopo'.
Lopo adalah rumah adat khas suku Boti, atapnya dari serat ijuk, ilalang kering atau daun lontar. Tiang dan dindingnya dari pelepah lontar, ranting-ranting kayu, ada juga yang dari tumpukan batuan kapur.

Di pagi dan malam hari udara sangat dingin, bahkan bisa mencapai 8°C, terutama di musim kemarau.. dingin dan kering.

Kondisi geografis kampung Boti dan kampung-kampung disekitarnya yang kering dan keras berupa pegunungan karang, membuat perekonomian masyarakatnya sangat miskin dan sulit untuk berkembang.

(Baca juga: Water For Boti & Boti Tribe 1-4 )